Update Daftar Harga BBM Terbaru Di SPBU di Awal Agustus

bahan bakar minyak

Berdasarkan pantauan secara langsung dari SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), dua penjual bahan bakar minyak PT Pertamina dan PT Total Oil Indonesia masih kompak dengan harag BBM non subsidi di awal bulan ini.

Dilihat secara langsung dari salah satu SPBU Pertamina yang ada di Jakarta, harga BBM jenis Pertamax 92 masih bertahan dengan harga Rp 7.350 per liter. Lali untuk BBM Ron 95, yaitu Pertamax Plus dengan harga Rp 8.250 per liter dan untuk Pertamina Dex sharganya Rp 8.100 per liternya.

Hal yang sama saat memantau di salah satu SPBU PT. Total Oil Indonesia, harga BBM di perusahaan asal Perancis ini juga stabil di awal bulan ini.

Menurut data yang diambil dari salah satu SPBU Total Oil Indonesia, harga BBM untuk jenis Performance 92 dibanderol dengan harga Rp 7.600 per liter dan Performance 95 dengan harga Rp 8.600.

Harga BBM Shell turun

SPBU Shell

Jika kedua perusahaan BBM mempertahankan harga bahan bakar minyak yang mereka jual, PT Shell Indonesia justru melakukan hal yang berbeda. Perusahaan minyak asal Belanda ini menurunkan harga BBM yang mereka jual.

Untuk jenis Super dengan Ron 92 mengalami penurunan sebesar Rp 150 per liternya hingga menjadi Rp 7.650 per liter. Untuk Harga BBM jenis V-Power mengalami penuruan yang sama hingga harganya saat ini Rp 8.750. Sedangkan untuk BBM jenis Diesel mengalami penurunan yang sama juga menjadi Rp 8.200 per liter.

Harga Minyak Dunia Terus Turun

Penurunan Harga BBM yang dilakukan oleh PT Shell Indonesia adalah karena harga minyak dunia yang terus melemah sejak tahun 2015 lalu. Hingga saat ini, Harga minyak dunia pun masih jatuh dan paling parah dibandingkan 12 tahun terakhir.

harga bbm turun

Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, merosotnya minyak dunia hingga titik terendah sejak 12 tahun terakhir dikarenakan dari kelebihannya pasokan minyak yang dimiliki oleh negara-negara penghasil minyak dunia.

Ekonomi global yang sedang tidak stabil menjadi faktor utama dalam permintaan minyak yang menjadi lemah, sehingga stok minyak semakin banyak dan harganya pun merosot.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi di negara adidaya, Amerika memberi kontribusi terhadap lemahnya ekonomi global. Apa lagi saat ini Amerika punya banyak cadangan minyak yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya.

Di sisi lain, penyebab berkurangnya permintaan akan minyak adalah karena kondisi perekonomian di China dan India yang mengalami penurunan. Sedangkan, China merupakan negara kedua konsumen minyak terbesar di dunia dan India berada di urutan ke empat.

Permintaan saat ini sedang berkurang, sedangkan OPEC tidak ingin mengurangi produksinya. Cadangan minyak Amerika masih banyak, sedangkan ekonimi China dan India sedang melemah. Akhirnya minyal dunia mengalami kelebihan pasokan dan membuat harganya semakin turun. Hal ini berbanding terbalik dengan bisnis properti saat ini yang semakin banyak peminatnya namun stok yang ada semakin menipis sehingga membuat harga properti semakin naik.

Wajar saja Shell menurunkan harga BBM yang mereka jua, hal ini dikarenakan harga minyak dunia yang sedang merosot. Seharusnya perusahaan minyak yang lain ikut menurunkan harga juga ya biar serempak hehehehe.

Comments are closed.